
BeRaNdA DiWaNi
Tentang kembang kehidupan kami, Tentang segalanya
Sunday, April 17, 2011
Celotehmu Mengalihkan Duniaku

Wednesday, April 6, 2011

Friday, March 25, 2011
Semua Akan Baik-Baik Saja

Wednesday, March 23, 2011
Bagaimana dgn kedua dan ketiga???

Monday, March 21, 2011
Orangtua atau Bos dirumah?
Patut jadi renungan untuk kita....
Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
Ayah Bunda, dalam diri anak-anak Anda bisa jadi ada darah Anda. Hanya saja, tidak semua orangtua jadi orangtua sebenarnya untuk anak-anaknya, tapi hanya menjadi Bos Anak, yakni menjadi Bos di Rumah untuk anak-anaknya.
Bos Anak, membuat takut dalam diri anak-anaknya
Orangtua membangun kepercayaan anak-anak nya
Bos Anak sering mengatakan “Pokoknya Mama Papa Tidak Mau....”
Orangtua sering mengatakan “Mama Papa Sangat Senang Jika Kamu....”
Bos Anak sangat tahu bagaimana mengatur anak
Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak
Bos Anak selalu mengendalikan anak
Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri
Bos Anak berfokus pada keburukan anak
Orangtua berfokus pada kebaikan anak
Bos Anak bicara pada saat anak berantem
Orangtua bicara pada saat anak rukun
Bos Anak menguasai anak
Orangtua bekerjasama dengan anak
Bos Anak menyelesaikan hampir semua masalah anak
Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri
Bos Anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur ke belakang
Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan
Bos Anak mengatakan “lain kali jangan kayak gitu!” saat anak minta maaf
Orangtua mengatakan “Subhanallah, alhamdulillah, anak Mama Papa berlapang dada meminta maaf”
Bos Anak itu otoriter pada anak
Orangtua itu otoritatif pada anak
Bos Anak nonton tv pada saat anak belajar
Orangtua mematikan tv pada saat anak belajar
Bos Anak selalu menanyakan ‘bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?’
Orangtua menanyakan ‘apa yang membuatmu tertawa hari ini di sekolah nak?
Bos anak menceramahi anak ‘mama papa bilang apa, kamu sih banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!’
Orangtua bicara dengan anak ‘mama papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa mama papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?’
Bos anak mengusir anak saat pulang kerja ‘sana jangan dekat-dekat, kamu tau mama papa kan cape!’
Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja ‘sini anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?’
A New Day Has Come with Blog
Sunday, July 29, 2007
Guru Kecilku...

Kagum...mungkin itu yang sedang aku rasakan sekarang ini...
Malu...bisa juga aku malu dengan diri aku sendiri saat itu....
Tadi pagi seperti biasa kami bangun jam 5 termasuk yasmin anakku, setelah selesai sholat aku persiapkan makanan sarapan untuk suamiku, katanya sich roti burger, aku pake bahan2 yang ada dikulkas aja...roti tawar bakar yang didalamnya aku kasih daging giling (aku kocok pake telor + tepung sedikit juga penyedap sedikit aja), keju, bawang bombay, lettuce, dan sedikit sambal bangkok...yang sampai sekarang suami aku gak pernah bosen2 untuk makan itu untuk sarapan, bahkan waktu dia bawa burger itu kekantor dan dia bagi dengan temennya yang dari singapore katanya sich enak..hehehe...
Dapur kami lumayan agak jauh dari kamar...so aku mesti nenteng2 piring roti dan segelas susu panas untuk suamiku..dengan gak lupa yasmin ngintil terus dibelakangku yang lagi megang segelas susu...dan dimulailah obrolan antara aku dan suamiku saat itu...
Yah ummi besok ke bandung ya??....waaahhh ke bandung lagi??...pasti lama dech..kalau cuma 1 atau 2 hari sich boleh aja...tp biasanya khan lama...pergi selasa mau pulang rabu..trus tar pasti banyak alasan idech nilah itulah...ujung2nya seminggu disana...aku agak kesel juga sich denger nya...tapi emang bener :) hehe...soalnya sulit banget pergi kalau aku sudah ada dirumah mama atau nenek aku...apalagi yasmin di bandung dia udah banyak temen.
Terus agak panjang lah debatnya saat itu hampir2 mau berantem..hehe...dan mungkin anakku walau sedang menonton kartun saat itu agak menyimak juga dan tiba-tiba tanpa kami sadari dia ngomong..."Stop! ummi sama ayah jangan berantem..diem ya diem..." kami langsung tertawa....
Saat itu aku tersadar...alhamdulillah Allah telah berikan anak yang cerdas...yang selalu mengingatkan kami saat kami melakukan kesalahan...pernah saat itu aku lagi asyik nonton acara yang paling aku tunggu2...tanpa sadar waktu sudah hampir lewat, dan aku diingatkan anakku untuk sholat...maluuuu sekali....Subhanallah ternyata dari anak sekecil itu kita bisa mendapat banyak pelajaran yang berharga sekali...Alhamdulillah.