
Saat-saat itu saya biasanya menyebut itu masa kemunduran saya. Karena saat itu logika tak lagi berjalan, hanya emosi dan perasaan yang memanifulasi diri saya, dan menyebabkan sensitifitas tinggi, semua hal yang tidak penting merasa sangat penting dan perasaan saya gampang sekali terluka. Saya merasa butuh sendiri dan merenungi semuanya. Dan saat butuh sendiripun kadang susah sekali saya dapatkan.
Namun saya sangat bersyukur sekali, sampai sekarang selalu saja ada pertolongan dari Allah yang tidak disangka-sangka. Bukan dengan belanja saya merasa lebih baik, bukan dengan pergi ke spa hati saya merasa luluh. Setiap saya merasa terpuruk, hati saya luluh dengan dekapan dan pelukan anak-anak ditangan saya, saya luluh saat saya mendengar celoteh spontan yang keluar dari mulut-mulut mungil mereka.
Subhanallah....Alhamdulillah...atas semua kasih sayang dan pertolongan-Mu ya Rabb...sungguh hamba manusia yang lemah dan hina...tak ada daya dan upaya hanya dengan pertolongan dan Kasih sayang-Mu. Trima kasih atas hadiah-Mu untukku ^_^.
